Mahadahsyat Mahameru, MahaPanjang Argopuro dan MahaEkstrim Raung–Ekspedisi SAR 8 – 27 Mei 2013

ASE ADVENTURE

ASE ADVENTURE

SALAM NANJAK DAN SALAM DARI NEWBIE!!

Pasti teman-teman bertanya kepanjangan dari  SAR, SAR adalah singkatan dari Semeru-Argopuro-Raung. Singkatan yang saya buat sendiri dan saya namakan ekspedisi Jawa Timur ini dengan Ekspedisi SAR

Ekspedisi gunung-gunung Jawa Timur yang menjadi gunung dengan kategori TER– di pulau Jawa.

1. Gunung Semeru (3676 mdpl) TER-Tinggi di Pulau Jawa.
2. Gunung Argopuro (3088 mdpl) Jalur TER-Panjang di Pulau Jawa
3. Gunung Raung (3344 mdpl) TER-Ekstrim di Pulau Jawa

Beginilah ceritaku agan dan aganwati,

Bermula dari open trip yang saya adakan ke Semeru 8-12 Mei 2012 dengan total anggota yang terdaftar 139 Orang dan yang hadir 87 orang, saya dan tim besar mulai melakukan perjalanan.

Visit : ASE ADVENTURE TREKING ORGANIZER (https://ase7adventure.wordpress.com)

Untuk trip Semeru ini, sebagian besar anggota berasal dari Jabodetabek dengan memboking tiket rombongan sebanyak 1,5 gebong kereta Matarmaja, anggota lainnya berasal dari Palembang, Samarinda, Balikpapan, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Sulawesi yang langsung bertemu di Stasiun Kota Baru Malang.

===================================================================================

Adapun untuk peserta sebanyak itu, untuk mempermudah koordinasi maka jauh hari sudah saya bagi ke 12 Kelompok, yaitu :

1. Kelompok Gambir
Kapten oleh Andy Setiawan dan mayoritas anggotanya berasal dari Jabodetabek
2. Kelompok Pancoran
Kapten kelompok oleh Agus Purnomo dan mayoritas anggotanya berasal dari Jabodetabek

Tim Pancoran

Tim Pancoran

3. Kelompok Tebet
Kapten oleh Ferdi, mayoritas anggotanya adalah MAPALA SMA 35 TIGMAPALA Jakarta

Tim Tebet

Tim Tebet

4. Kelompok Atrium
Kapten oleh Tri Achmad, anggotanya adalah gabungan dari Jakarta & Surabaya

5. Kelompok Ancol
Kapten oleh Teguh Mulyanto, anggotanya berasal dari Jabodetabek yang terdiri dari beberapa orang yang berpengalaman

Tim Ancol

Tim Ancol

6. Kelompok Jawa Bersatu
Kapten oleh Ricki Berli, anggotanya berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali bahkan ada yang dari Sumedang
7. Kelompok Nusantara
Kapten oleh Tri Sugiarto, anggotanya berasal dari Samarinda, Balikpapan, Bali dan Jawa Tengah
8. Kelompok Kelimutu
Kapten oleh Rafles, anggotanya semua berasal dari Medan

Kelimutu

Kelimutu

9. Kelompok Wong Kito Galo
Kapten oleh Akhmad Rizani, dilihat dari nama kelompoknya saja mereka berasal dari Palembang

Tim Wong Kito Galo

Tim Wong Kito Galo

10. Kelompok Monas
Kapten Stefy Andriawan, rata-rata berasal dari Jabodetabek
11. Kelompok Manggarai
Kapten oleh Kapindo Anggoro, berasal dari Jabodetabek dan terdiri dari sesepuh-sesepuh yang kenyang akan pengalaman nanjak
12. Kelompok TIM UTAMA
Kapten Adi Setiadi yang langsung mengkoordinir tim Utama :
Lapangan & Rescue : Ari IGR, Dhani Escapedition, Achit Mapanjala, Widi, Raymond Christopher
Transportasi : Joko Latansa & Ipung Rachman
Dokumentasi : Barak Photograph, Torikin Photograph
Perlengkapan : Arif & AAng

Ranupani

Ranupani

===================================================================================

Oke, mari kita mulai cerita sinetron ini.

Diawali dari Semeru 3676 MDPL

Rabu, 8 Mei 2013,

Jadwal keberangkatan Matarmaja pukul 13.40, 1 jam sebelum keberangkatan semua peserta Jabodetabek sudah berkumpul di Stasiun Senen dan mulailah perjalanan panjang dengan Kereta Matarmaja.
selama perjalanan di kereta kami terus melakukan koordinasi  agar saat tiba di Malang dan di Semeru teman-teman sudah mengerti teknis transportasi dan teknis pendakian dengan dibumbui  canda tawa selama di kereta untuk menghilangkan kebosanan yang mulai mengganggu, kamipun menghabiskan waktu perjalanan 18 jam dan memegang prinsip tidur ayam.

Tim Pancoran di Kereta Matarmaja

Tim Pancoran di Kereta Matarmaja

Kamis, 9 Mei 2013

Tepat pukul jam 7 pagi, kereta Matarmaja tiba di stasiun kota baru Malang, tiba di stasiun 9 angkot yang saya booking sudah menunggu di seberang jalan, sebelum menuju tumpang,  kami makan, belanja dan istirahat  sekitar 2 jam sambil menunggu teman-teman dari daerah lain, kebetulan tim Nusantara, Wong kito galo, Jawa Bersatu dan Kelimutu sudah menunggu sejak kemarin.

Stasiun Kota Baru Malang

Stasiun Kota Baru Malang

Perjalanan menuju Tumpang dilakukan secara bergelombang, tim yang sudah siap dan lengkap langsung diberangkatkan menuju Tumpang tepatnya di Kantor Lurah Tumpang. Tepat jam 10 pagi semua anggota sudah berangkat menuju pasar Tumpang.

Menunggu Jeep di Tumpang

Menunggu Jeep di Tumpang

Saat di Tumpang, karena jeep yang sudah dibooking digunakan oleh rombongan lain, kami terpaksa menunggu sekitar 3 jam, saat jeep datangpun kami tidak langsung berangkat bersamaan, kami berangkat secara bergelombang per tim dan diselipkan 1 – 2 orang tim utama untuk mengkoordinir tim di setiap jeep. Tim Terakhir yang berangkat dari Tumpang adalah sisa tim Utama termasuk saya tepat pukul 15.00 dan sampai di Ranu Pani pukul 17.30. Tim yang sudah sampai di Ranu Pani langsung mempersiapkan diri untuk treking ke Ranu Kumbolo, repacking dan menitipkan barang-barang yang tidak terlalu digunakan saat dilapangan nanti. Untuk masalah registrasi 87 orang sudah saya urus dan teman-teman langsung jalan tidak perlu khawatir masalah registrasi.

Kebetulan saat saya sampai di Ranu Pani mayoritas anggota tim sudah treking terlebih dahulu ke Ranu Kumbolo didampingi beberapa tim utama untuk menunjukkan tempat camping di Ranu Kumbolo. Tim paling depan sampai  di Ranu Kumbolo pukul 18.00 dan yang paling terakhir sampai keesokan paginya karena terpaksa bermalam di antara pos 2 & pos 3. Untuk rombongan yang bermalam di jalur ini, ada satu anggota mereka yang tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Ranu Kumbolo, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk saya menempatkan 2 tim utama untuk menemani dan mengontrol anggota yang tercecer dibelakang. Sedangkan saya harus melanjutkan perjalanan menuju Ranu Kumbolo karena rombongan besar sudah tiba di Ranu Kumbolo.

Ase & Pagi Hari Ranu Kumbolo

Ase & Pagi Hari Ranu Kumbolo

Jumat, 10 Mei 2012

Pagi hari yang cerah di Ranu Kumbolo, saya baru saja sampai dan mengontrol semua anggota, memastikan keadaan baik-baik saja dan mencari informasi terkini mengenai keadaan setiap anggota kelompok. Saya mendapat kabar bahwa ada beberapa anggota yang tidak mampu melanjutkan perjalanan ke Kalimati karena kendala fisik. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuktinggal di Ranu Kumbolo sampai rombongan besar kembali lagi ke Ranu Kumbolo.

Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo

ASE ADVENTURE

ASE ADVENTURE

Mayoritas kondisi tim baik-baik saja, dan hanya beberapa orang yang mengalami kendala fisik, dan tidak lupa saya sampaikan bahwa sesuai Itinerary kita akan menuju pos Kalimati maksimal pukul 10 pagi. sesuai Itinerary pula, sehabis makan, packing dan cek kondisi rombongan mulai berangkat ke pos Kalimati.Di Pos Kalimati ini, saya menjadi guide untuk mengarahkan rombongan ke tempat kemping di dekat Shelter Kalimati. Tim Utama lainnya tersebar secara free role diantara tim besar untuk memastikan dan mengarahkan tim besar agar tidak terpisah jauh dengan rombongan depannya.

Tim Manggarai di Cemoro Kandang

Tim Manggarai di Cemoro Kandang

Memulai perjalanan jam 10 pagi dari Ranu Kumbolo-Melewati Tanjakan Cinta kemudian Oro-oro ombo yang Lavendernya sedang berwarna Ungu dan Cemoro Kandang hingga pos jambangan dan menurun ke arah Kalimati. Tim paling depan sampai di Kalimati tepat jam 3 sore dan langsung mendirikan tenda, memasak, mengambil air di Sumber Mani dan istirahat untuk persiapan Summit MAHAMERU malam ini.  Setiap kelompok saya informasikan bahwa akan ada briefing perwakilan kelompok jam 7 malam untuk membahas persiapan summit MAHAMERU. Tidak lupa juga saat briefing saya sampaikan apa saja yang perlu dipersiapkan agar saat summit MAHAMERU berjalan lancar dan semua anggota kembali ke Kalimati dengan selamat.

Masak Bareng Tim Utama

Masak Bareng Tim Utama

Tepat jam 11 malam, semua anggota yang ingin summit berkumpul di jalur untuk memulai perjalanan ke MAHAMERU, untuk summit ini langsung saya pimpin sendiri. Setelah semua berkumpul total teman-teman yang ikut ke MAHAMERU adalah 65 Orang. Perjalanan dimulai, dari kalimati jalan ke arah kanan shelter Kalimati, jalur sangat jelas. sebelum masuk hutan menurun sedikit dan saat memasukin hutan diawali trek landai dan lama-lama semakin menanjak terjal ditemani debu yang sangat pekat. Hal ini menyebabkan banyak anggota tim yang kembali ke Kalimati karena tidak kuat dan debu. selain kendala debu, antrian menuju puncak MAHAMERU juga sangat panjang karena bertepatan dengan libur panjang sehingga Semeru sangat Ramai, info dari loket yang terdaftar 1800 orang pendaki di tanggal 8 Mei 2013.

Setelah melewati trek berdebu dan menanjak akhirnya sampai di Pos Arcopodo, disini ada beberapa pendaki yang mendirikan tenda agar summit ke MAHAMERU tidak terlalu jauh. Dari Arcopodo masih terus menajak sedikit menuju kelik dan perbatasan vegetasi dan selanjutnya masuk ke trek berpasir dan berdebu MAHAMERU.

Sabtu, 11 Mei 2012

Menanjak di trek pasir dimulai, di trek ini cobaanya ada 4 yaitu antrian, debu, mental & fisik. Adapun cobaan karena kekurangan air itu salah pendaki sendiri karena tidak memperhitungkan air yang digunakan, walaupun sepanjang perjalanan banyak juga yang memint air setidaknya kita sendiri punya cadangan makanan dan air, (saran minimal bawa 2 botol air ukuran besar dan pear 3 biji) hal ini untuk menjaga dan antisipasi agar saat di MAHAMERU hingga turun nanti tidak kekurangan air dan makanan, pengalaman saya selama naik MAHAMERU banyak yang mengalami dehidrasi karena kekurangan air (membawa air terlalu sedikit ke Mahameru).

Tim di Puncak Mahameru

Tim di Puncak Mahameru

Oke trek tanjakan berpasir sejauh 1,5 kilometer dapat ditempuh rata-rata 2-3 jam paling cepat dan 5-6 jam paling lambat tergantung kondisi fisik dan mental masing-masing.

Tim di Mahameru

Tim di Mahameru

Sepanjang tanjakan berpasir ini, banyak juga saya temui pendaki yang tidur di jalur karena kendala ngantuk dan lelah. Saat saya melihat ke puncak Mahameru, barisan lampu headlamp menghiasi seperti lalu lintas Jakarta yang selalu macet dan ramai. hehe.

Tim di Mahameru

Tim di Mahameru

Mahameru 3676 Mdpl

Mahameru 3676 Mdpl

Saya sampai di puncak MAHAMERU tepat pukul 5 pagi, dipuncak sudah ada beberapa pendaki yang sudah sampai duluan sambil menunggu sunrise dan menunggu anggota lainnya saya sempatkan minum kopi dan sarapan makanan kecil. Tepat jam 6.30 pagi anggota saya yang pertama sampai di puncak MAHAMERU, dengan tanda merah identitas  mereka sampai di puncak MAHAMERU. Dengan perasaan senang  saya memberikan selamat. Saya sendiri menunggu di puncak terhitung dari jam 5 pagi hingga jam 12 Siang untuk memastikan anggota saya yang berhasil sampai di puncak dan turun kembali. Orang terakhir turun kembali tepat pukul 11.30. saya sendiri baru turun ke batas vegetasi jam 12 siang, saya sempatkan untuk foto-foto dan mengecek kembali apakah di puncak masih ada anggota saya.

Saat turun saya sempatkan bermain ski pasir, hehe,tepat pukul 12.30 saya sampai di batas Vegetasi, tim utama saya sudah menunggu dan memberikan laporan, ternyata dari 65 orang yang ikut summit, hanya 23 orang yang berhasil sampai puncak. Kebanyakan dari teman-teman yang tidak berhasil sampai puncak disebabkan oleh kendala fisik, air dan mental sehingga mau tidak mau harus turun kembali ke Kalimati. Setelah istirahat sebentar kamipun siap-siap untuk turun kembali ke Kalimati, bongkar tenda darurat dan packing dan mengecek ketersediaan air, selama perjalanan turun saya beberapa kali menyalip pendaki yang mengalami dehidrasi, jumlahnya banyak juga, rata-rata mereka kehabisan air, karena saya dan tim utama memiliki cadangan air kami memberikan sedikit air setidaknya untuk membasahi tenggorokan. Adapun untuk tim besar saya sendiri saya jumpai beberapa yg kekurangan air, karena persediaan air sudah sangat tipis kami pun segera cepat-cepat kembali ke Kalimati untuk mengambil air dan kembali menjemput anggota tim yang tercecer dibelakang. Melihat kondisinya mereka sangat haus dan setidaknya dengan sedikit air mereka bisa semangat lagi untuk jalan dan kembali ke pos Kalimati.

Sesampainya di Kalimati, sesuai Itinerary jam 4 sore adalah waktunya untuk packing dan kembali ke Ranu Kumbolo, menikmati malam terakhir di Ranu Kumbolo. Saat saya sampai di Kalimati dari 12 kelompok sudah ada 7 kelompok yang meninggalkan Kalimati dari siang setelah summit, hal ini karena ada beberapa yang tidak jadi summit dan kembali lebih cepat ke Kalimati.

Tim terakhir yang meninggalkan Kalimati adalah tim Ancol disertai 4 orang dari tim utama, jam 5 sore mulai treking melewati jalur yang sama saat ke Kalimati dan tepat jam 7 malam semua peserta sudah berkumpul di Ranu Kumbolo. Sesampainya di Ranu Kumbolo saya melakukan briefing terakhir ke setiap perwakilan kelompok bahwa besok jeep charteran yang sudah kita pesan menunggu mulai jam 9 sehingga teman-teman harus start treking mulai jam 5 subuh. Hal ini sangat penting untuk diinformasikan karena rombongan dari Jakarta mayoritas menggunakan kereta Matarmaja keberangkatan jam 4 sore. Untuk mengantisipasi keterlambatan sehinnga disarankan mulai treking jam 5 dari Ranu Kumbolo ke Ranu Pani.

Setelah briefing makan malam, duduk gembira, menikmati malam terakhir di Ranu Kumbolo, kami pun tidur dan istirahat untuk perjalanan pulang besok.

Minggu, 12 Mei 2012

Tepat jam 6 pagi, terlambat 1 jam dari waktu yang ditentukan  sebagian besar rombongan sudah meninggalkan Ranu Kumbolo, tim terakhir yang tidak terburu-buru karena mengejar kereta meninggalkan Ranu Kumbolo jam 9 pagi termasuk saya dan 4 orang tim utama. Waktu 2,5 jam kami treking menuju Ranu Pani dan orang paling terakhir adalah saya dan tim utama. Sebagian besar tim besar sudah meninggalkan Ranu Pani untuk menuju Tumpang kemudian ke Stasiun. Tim Utama yang paling depan memberikan informasi bahwa ada beberapa kasus cedera, hypo dan drop yang dialami beberapa anggota, dengan bantuan dan kesolidan tim utama dan bantuan dari tim rescue semua permasalahan itu dapat diatasi dan alhamdulillah semua anggota tim baik itu tim besar dan tim utama  sampai selamat ke tempat tinggal masing-masing.

SAMPAI KETEMU LAGI DI PENDAKIAN SELANJUTNYA!!! Next (5-9 Juni 2013)

Next to Agropuro 3088 Mdpl

Rencana perjalanan saya selanjutnya adalah ke Gunung Argopuro dengan ketinggian 3088 Mdpl. Masih di Ranu Pani, tim yang terbentuk untuk melanjutkan perjalanan ke Argopuro adalah Saya (ASe) , Torikin Photograph, & Ari IGR.
Kami menggunakan Jeep untuk kembali ke Tumpang dan rencana 2 hari masa recovery di Malang untuk mengembalikan stamina dan kaki yang pegel.

selama di Malang kami ditampung oleh mas Joko Latansa dan Dhani Escapediton, memperbaiki gizi dan istirahat yang cukup dan akhirnya –> Berangkat!!

Selasa, 14 Mei 2013

Kami pun menuju Terminal Arjosari untuk menuju Porbolinggo. Di terminal Arjosari ini kami sudah membuat janji dengan Ayu IGR yang ingin ikut pendakian ke Argopuro ini. Akhirnya, tim kami sudah lengkap ASe, Torikin, Ari & Ayu, Let’s begin.

Rencana awal kami adalah naik  Baderan dan turun Bermi, tetapi karena faktor non teknis akhirnya kami memilih naik Bermi dan turun Baderan. Tepat jam 1 siang kami sudah berkumpul di Terminal Arjosari, sambil menunggu bus kami pun makan dan belanja cemilan. Tepat jam 3 sore bus yang mengangkut kami ke Porbolinggo sudah siap berangkat, kami pun naik dan duduk manis, tarif bus per orang adalah Rp. 14.000, kurang lebih 2 jam perjalanan akhirnya kami tiba di terminal Porbolinggo.

Di terminal Porbolinggo kami dijemput teman-teman kami dari Mapala Marabunta Entong, Ramdhan dan Kang Iwan. Mereka bertiga ini adalah sesepuh gunung Argopuro yang sangat mengerti seluk beluk gunung Argopuro, kami pun diajak menuju basecamp Marabunta dan berbagi cerita. Untuk menghinap kami ditempatkan di rumah Ramdhan, karena hari sudah malam akhirnya kami memutuskan berangkat ke Bermi besok pagi.

Kami dan Marabunta

Kami dan Marabunta

Rabu, 15 Mei 2013 pagi hari kami disambut hujan deras, karena mungkin masih lelah kamipun kembali tidur sambil menunggu hujan reda, hujan reda setelah jam 1 siang, kami pun bersiap, makan dan repacking dan siap dengan pakaian tempur. hhe. Sebelum berangkat kami sempatkan berfoto dengan kawan-kawan dan orang tua Ramdhan. Ramdhan yang mengantar kami ke Desa Bermi.

Perjalanan dari Rumah Ramdhan  ke Desa Bermi memakan waktu 2 jam, kondisi jalan lumayan bagus, hanya sedikit yang rusak. Sesampainya di desa Bermi kami melapor dulu dan melengkapi logistik, tidak lupa saya membeli SUSU murni khas desa Bermi, hhe. Di desa Bermi terdapat koperasi pengolahan SUSU murni. Harganya sangat terjangkau hanya Rp 5.000/ bungkus kita sudah bisa mendapatkan susu segar yang dingin dan menyehatkan.

Tugu Desa Bermi

Tugu Desa Bermi

Tepat pukul 4 sore kami menuju simpangan yang ada pos kamling, kalo tidak salah ke kiri air terjun dan kekanan adalah jalur pendakian untuk ke Taman Hidup.

Persiapan Treking

Persiapan Treking

Di pos ini kami melakukan persiapan terakhir cek logistik dan perlengkapan dan treking pun dimulai, treki di awali dengan perkebunan warga, 1 jam kami treking melewati perkebunan  dan sampai di pos 1, pos 1 terdapat shelter untuk berteduh. Karena sudah malam kami pun lebih baik melanjutkan treking malam ke Taman Hidup biar nanti cepat sampai dan istirahat agar dipagi hari kami dapat menikmati Taman Hidup. Trek dari pos 1 sampai Taman Hidup didominasi oleh hutan pinus, hutan basah dan semak-semak, sepanjang perjalanan kami banyak menemukan pohon tumbang, trek kombinasi landai dan menanjak, lumayan berat untuk pendaki pemula seperti saya. Tepat jam 9.30 malam kami sampai di Taman Hidup, hal pertama yang kami lakukan adalah mendirikan tenda, ganti baju, masak dan makan. Setelah berbincang-bincang sedikit kami pun tidur tidak terasa kami tidur saat jam menunjukkan jam 3 subuh. Tidak lupa kami juga mengambil air di dermaga legenda Taman Hidup.

Taman Hidup

Taman Hidup

Rabu, 15 Mei 2013

Pagi hari yang cerah di Taman Hidup, kami  bangun, sarapan dan persiapan packing. Setelah makan, packing dan mengambil air kami pun menyempatkan dirifoto-foto di Danau Taman Hidup.

Packing di Taman Hidup

Packing di Taman Hidup

Sibuk Packing

Sibuk Packing

Perjalanan dilanjutkan, tujuan kami selanjutnya adalah pos Aeng Kenik untuk malam kedua. Kembali ke jalan kami saat memasuki Taman Hidup ada dua persipangan, terus adalah arah Bermi dan belok kanan adalah arah ke Aeng Kenik, kami belok kanan dan melewati hutan basah sekitar 2 jam, menanjak, menurun dan mendatar adalah trek yang kami lalui.  Setelah hutan basah kami pun sampai di bukit padang rumput, kami melipir bukit naik turun.

Istirahat Narsis

Istirahat Narsis

Istirahat Narsis

Istirahat Narsis

Trek banyak yang tertutup oleh semak-semak sehingga harus hati-hati dalam memilih jalur yang benar, tidak heran banyak orang yang memberikan masukan hindari treking malam selama pendakian di Argopuro. Untuk tanda jejak sendiri bervariasi, ada tanda tali yang diikatkan di pohon, plastik merah putih dan tanda panah. Harus hati-hati dalam meilih jalur yang benar. Tidak terasa kami terus berjalan dan sampai pada turunan bukit yang penuh rumput ilalang gajah, kami belum sampai di pos Aeng Kenik, waktu sudah menunjukkan pukul 5 sehingga kami memutuskan untuk bermalam di Lawang Angin.

Di tanah kosong Lawang Angin ini terdapat bekas tenda yang sudah dipagari sehingga kami menggunakan lahan ini. Setidaknya lebih datar dan aman. Lawang Angin terletak di lembahan tidak heran suhu sangat dingin.

Kamis, 16 Mei 2013

Pagi hari yang cerah di Lawang Angin, kami pun makan, packing dan melanjutkan perjalanan, sama seperti kemarin, trek yang kami lalui naik turun dan melipir bukit, melewati hutan pinus dan ilalang gajah dan yang paling menyakitkan adalah Tumbuhan Jiacokan yang sekali kena kulit rasanya seperti kesetrum, gatal dan panas.

Tumbuhan Jiancokan

Tumbuhan Jiancokan

Setelah 3 jam treking kami sampai di Lembah Batu, disekitar Lembah Batu tersebut banyak monyet liar dan burung-burung yang berkicau indah. Untuk menuju pos Aeng Kenik masih membutuhkan waktu 2-3 jam perjalanan.

Sesampainya di pos Aeng Kenik, kami istirahat dan bermain air dulu, melepas lelah. Air yang kami ambil di Danau Taman Hidup kami ganti dengan air yg berada di Sungai dekat Aeng Kenik hal ini karena air danau Taman Hidup berwarna hijau dan kami ragu untuk meminumnya.

Pos Aeing Kenik

Pos Aeing Kenik

Setelah 30 menit kami istirahat, kami melanjutkan perjalanan menuju Pos Cisentor, trek yang kami lalui masih sama yaitu naik turun bukit dan melipir, melewati padang ilalang gajah dan tumbuhan jiancokan. Setelah 2 jam perjalanan kami pun sampai di padang savana yang luas yang banyak ditumbuhi ilalang kecil dan lavender, pemandangan menakjubkan dan burung merak yang indah. Dari padang savana yang pertama ini, untuk menuju pos Cisentor masih memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Saat itu kondisi hujan dan kamipun treking dalam keadaan basah, karena pos Cisentor sudah dekat akhirnya kami terus berjalan. Tepat jam 5 sore kami pun sampai di Shelter Cisentor.

Shelter Cisentor

Shelter Cisentor

Main Api Unggun di Cisentor

Main Api Unggun di Cisentor

di Pos Cisentor ini terdapat shelter dan sumber air berupa sungai. Kami mendirikan tenda di dalam pos Cisentor ganti baju, masak, makan dan tidur. Kami menyimpan tenaga untuk summit keesokan harinya.

Jumat, 17 Mei 2013

Pagi hari di Cisentor, kami bangun dan mengeringkan sepatu dan pakaian di Unggun, bermain air dan persiapan untuk summit ke dua puncak yaitu Argopuro dan Rengganis. Kami hanya membawa daypack yang berisi perlengkapan yang dibutuhkan serta logistik dan air dari Sungai di Cisentor. Dari shelter untuk menuju puncak kami mengambil jalan sebelah kanan shelter (menghadap shelter). Summit kita mulai, target pertama adalah pos Rawa Embik, kami melewati padang savana yang sangat indah yang ditumbuhi bunga lavender dan ilalang,  burung-burung yang berkicau serta pemandangan yang SUBHANALLAH baru aku sadari ternyata SEMERU kalah Jauh keindahannya dari ARGOPURO ini.

Summit ke 2 Puncak Eksotis

Summit ke 2 Puncak Eksotis

Seperti biasa trek didominasi  naik turun dan melewati hutan bekas kebakaran, edelweis, lavender dan bunga-bunga yang sangat indah. Setelah 2 jam berjalan kami sampai di Pos Rawa Embik, kami istirahat, isi air, ngopi-ngopi dan makan cemilan.

Savana Menuju 2 Puncak

Savana Menuju 2 Puncak

Setelah 30 menit kami istirahat kami  melanjutkan perjalanan, 1 jam kami sampai di Alun-alun Lonceng didepan sudah terpampang puncak ARGOPURO yang banyak ditumbuhi pohon cemara/damar dan disebelah kiri adalah puncak RENGGANIS yang didominasi oleh trek batu.

Istirahat di Rawa Embik

Istirahat di Rawa Embik

Fantastic 4 di Rawa Embik

Fantastic 4 di Rawa Embik

ASe di Rawa Embik

ASe di Rawa Embik

Persimpangan menuju puncak ARGOPURO dan RENGGANIS ada di Alun-alun Lonceng ini, pertama kami menuju puncak ARGOPURO, mengambil jalan kanan dan menanjak sekitar 20 menit sampailah kami di puncak ARGOPURO yang ditandai dengan Susunan Batu.

Persimpangan 2 Puncak

Persimpangan 2 Puncak

Puncak Argopuro

Puncak Argopuro

Tanjakan ke Puncak Argopuro

Tanjakan ke Puncak Argopuro

Puncak Argopuro

Puncak Argopuro

Kami foto-foto, istirahat dan tidak lama kemudian kami kembali ke persimpangan untuk menuju puncak RENGGANIS. Awalnya kami ingin ke Puncak Argopuro 2 yang terdapat arca tanpa kepala, karena kami mengejar waktu untuk kembali ke Cisentor sebelum malam maka kami memutuskan untuk langsung ke puncak RENGGANIS.

Puncak Rengganis

Puncak Rengganis

Dari persimpangan mengambil jalan ke kiri, sekitar 15 menit menanjak dan sampailah kami di lokasi puncak RENGGANIS yang eksotis, terdapat bekas Istana Dewi Rengganis yang telah hancur, batu-batu  belerang dan bekas makanan orang berdoa yang ditempatkan di puncak RENGGANIS. Saya akui, puncak RENGGANIS sangat INDAH.

Puncak Rengganis

Puncak Rengganis

Setelah foto-foto dalam kondisi hujan, kamipun turun kembali ke Cisentor, kami melewati jalur yang sama saat naik, 2 Jam perjalanan turun kami melewati Rawa Embik dan sampai di Pos Cisentor tepat jam 4 Sore. Karena kondisi kami yang kebasahan dan rasanya malas sekali untuk packing akhirnya kami memutuskan untuk bermalam lagi di Shelter Cisentor.

Parade Makanan :

Lafonte

Lafonte

Ikan Asin

Ikan Asin

Parata

Parata

Sabtu, 18 Mei 2013

Pagi hari yang indah di Cisentor, bangun pagi, makan dan persiapan untuk menuju pos Cikasur. Perjalanan kami mengambil arah sungai dan menanjak sama seperti kemarin-kemarin kami naik turun bukit, melewati savana yang sangat indah. Jam 9 kami mulai perjalanan dan tepat jam 12.30 kami sampai di pos Cikasur, baru kali ini kami bertemu pendaki lain setelah 3 malam di Argopuro, perasaan senang karena bertemu pendaki lain kami  ngobrol dan saling sapa. Kami juga bertemu dengan warga sekitar yang menggunakan motor sampai ke Cikasur, ternyata pendaki yang naik melalui Baderan ada 3 tim. Alhamdulillah bertemu teman sesama pendaki lagi.

Packing di Cisentor

Packing di Cisentor

Sungai di Cisentor

Sungai di Cisentor

Savana Argopuro

Savana Argopuro

Menuju Cikasur

Menuju Cikasur

Di shelter Cikasur ini kami sempatkan untuk makan siang dan istirahat, tepat jam 1 kami melanjutkan treking, target kami adalah langsung ke BSKDA Baderan, tetapi karena trek yang sangat panjang jam 5.30 sore kami baru sampai di pos Mata Air 1, kami menginap 1 malam lagi di Pos Mata Air 1, tepat di pinggir jurang dan jauhmemandang terdapat beberapa air terjun yang tidak ada di gunung lain di Indonesia.

Pos Cikasur

Pos Cikasur

Sungai Cikasur

Sungai Cikasur

Malam minggu ini kami menghabiskan waktu di Pos Mata Air 1, makan dan istirahat pulas setelah perjalanan panjang dan cepat. Terdapat Sumber Air di Pos Mata Air 1, turun ke arah jalur ada petunjuk arah sekitar 30 meter kebawah ada sungai kecil yang airnya sangat menyegarkan.

Tenda di Pos Mata Air 1

Tenda di Pos Mata Air 1

Minggu, 19 Mei 2013

Bangun pagi kami makan dan packing, dan melanjutkan perjalanan ke BSKDA Baderan. Etape terakhir yang harus kami tempuh, kami memulai treking jam 9 pagi, melewati jalanan yang menurun dan akhirnya sampai di perkebunan penduduk. Dari perkebunan penduduk ini masih membutuhkan waktu 2 jam lagi untuk sampai di BSKDA Baderan.

Gapura Baderan

Gapura Baderan

Trek Berbatu saat di perkebunan membuat kaki ini terasa mau copot, seperti jalan tak berujung trek berbabtu ini sungguh menyiksa. Tepat jam 12 kami pun sampai di Gapura Argopuro Baderan dan Istirahat di Pos. Satu oOrang teman kami diutus untuk melapor ke BSKDA Baderan dan yang lainnya istirahat, mandi dan beli rokoooooo. hhe.

Istirahat di Pos

Istirahat di Pos

Dengan ini berakhirlah petualangan kami di gunung Argopuro.

Kami menggunakan angkot yang hanya ada satu di Baderan untuk menuju alun-alun Besuki. Di Terminal Besuki kami sempatkan untuk makan, belanja buah, mandi dan salat. Tujuan kami selanjutnya adalah kota Jember, karena kami ingin melanjutkan ke Gunung Raung via Kalibaru.

Kebetulan saya mempunya teman di Jember yang siap menampung kami. Dari terminal Besuki kami naik bus Ladju arah Bondowoso sekitar 1,5 jam dan menyambung minibus ke Jember sekitar 1 jam. Kami dijemput di terminal Arjasa oleh teman saya Dhani. Sudah terasa lama saya tidak bertemu Dhani dan sambutan keluarga Dhani yang sangat hangat ke kami membuat kami kerasaan dan nyaman selama di Jember. Tidak lupa setelah di Jember kami jalan-jalan ke Pantai Papuma dan Alun-alun Jember. Tentu saja dengan ditemani guide andalan kami, DHANI.

Pantai Papuma

Pantai Papuma

Pantai Papuma

Pantai Papuma

Main Air Laut

Main Air Laut

Main Pasir

Main Pasir

Karang Pantai Papuma

Karang Pantai Papuma

Waktu kami untuk Recovery adalah 2 hari, karena hari selasa kami harus  segera berangkat ke Gunung Raung di Kalibaru. Tanpa perlengkapan panjat  lengkap kami  berangkat ke Kalibaru via terminal Tawan Alun Jember. Thanks to Dhani yang sudah mengantar kami dan sudah direpotkan selama kami di Jember. Kami akan berkunjung lagi teman.

Senja di Pantai Papuma

Senja di Pantai Papuma

———>Next To Raung Sejati 3344 MDPL

Rabu, 22 Mei 2013

Dari terminal Tawan Alun kami naik bus Jurusan Banyuwangi dan turun di Stasiun Kalibaru, biasanya saat kita turun banyak ojek yang menawarkan untuk diantar ke rumah pak Soeta (Basecamp Gunung Raung). Perjalanan dari Jember ke Kalibaru selama 2 jam dan dilanjutkan dengan ojek selama 40 menit dari Stasiun Kalibaru ke rumah pak Soeta di Dusun Wonorejo.

Fantastic 4 Rumah Pak Soeta

Fantastic 4 Rumah Pak Soeta

Kami disambut hangat oleh pak Soeta dan keluarga, tidak lupa kami ijin ke Koramil di Kalibaru. Karena sudah menunjukkan pukul 4 sore dan hujan, kami pun memutuskan untuk menghinap dulu dan memulai pendakian besok pagi. oh iya, personel untuk pendakian ini masih sama, ASe, Ari IGR, Ayu IGR dan Thor Photograph. Malam hari kami packing dan menitipkan barang-barang bawaan yang tidak terlalu kami gunakan  saat digunung. Untuk pendakian puncak Raung ini, kami hanya mengadalkan Webbing 15 Meter dan tali tambang 5 meter untuk berjaga-jaga.

Ase, Pak Soeta & Torikin

Ase, Pak Soeta & Torikin

Kamis, 23 Mei 2013

Pagi hari setelah sarapan, kami  bersiap-siap untuk memulai pendakian, tepat jam 7 kami berangkat ke pos 1. Biasanya pendaki menggunakan ojek ke pos 1 tetapi karena kami budget minim akhirnya kami memutuskan untuk treking ke Pos 1 sejauh 5,6 km. Treking ke pos 1 masih terbilang bersahabat, landai dan sedikit ada tanjakan. Kita akan melewati perkebunan kopi. Pos 1 (rumah pak Suryana) ada diujung perkebunan Kopi dan terdapat sungai yang merupakan sumber air terakhir yang kita temui.

Selama 3 jam kami treking dari rumah pak Soeta akhirnya kami sampai di Pos 1. Di Pos 1 ini, satu teman kami Thor Photograph akhirnya tidak bisa melanjutkan pendakian karena kondisi badan yang Drop setelah 2 Gunung Berat Semeru dan Argopuro. Sedangkan saya (Ase, Ari & Ayu IGR) tetap melanjutkan pendakian. Tentu saja kami Repacking lagi untuk menampung barang bawaan Thor Photograph, yaahhh beban lebih berat kawan-kawann.

Setelah repacking, kami istirahat dan makan siang sambil mencarikan ojek untuk teman kami yang drop kembali ke rumah pak Soeta.

dari Fantastic 4 berganti nama menjadi Trio Kwek-kwek. hehe

Kami melanjutkan perjalanan, target kami adalah Pos 2. Setelah perkebunan kopi memasuki hutan basah yang banyak PACET dan tumbuhan Rotan Berduri. Menyusuri punggungan bukit. Trek masih banyak landai dan sedikit menanjak. Kami juga melewati beberapa area pembukaan lahan perkebunan baru. Disini harus hati-hati karena jalur mulai tidak jelas dan jarang ada tanda pendakian yang diikatkan di pohon.

Setelah sekian lama kami treking dengan cepat, akhirnya kami sampai di tanah datar (Camp 2) yang cocok untuk mendirikan tenda, karena sudah jam 5 dan kami menghindari treking malam kami mendirikan tenda di camp 2 ini. Untuk melanjutkan ke Pos 4 keesokan harinya.

Camp 2

Camp 2

Jumat, 24 Mei 2013

Pagi hari kami makan dan packing, kami melanjutkan perjalananan, target kami adalah pos 4/camp 9. Kami treking melalui jalur yang landai awalnya sampai ketemu pos 2 dan terus landai dan sedikit menanjak ke Camp 3. Di camp 3 kami mengisi air tadahan yang sengaja disimpan untuk oleh pendaki sebelumnya dan juga air tadahan ini adalah penanda identik untuk tiap camp.

Menadah Air

Menadah Air

Camp 3

Camp 3

Dari Camp 3 kami menuju camp 4 dan jalur sudah mulai menanjak walaupun masih ada bonusnya, sekitar 1 jam akhirnya kami sampai di Camp 4, istirahat sebentar kami pun melanjutkan perjalanan menuju camp 5.

Camp 4

Camp 4

Jalur sudah mulai menyiksa banyak tumbuhan yang berduri, semak-semak dan licin. Tanjakan yang menguras tenaga apalagi ditambah beban yang berlebih. Setelah 1 jam kami sampai di tanah datar beberapa meter sebelum camp 5. Kami istirahat dan makan siang, salat. Tanpa diduga hujan dan kamipun mendirikan flysheet. Kami tidak mau treking dalam keadaan hujan karena jalur didepan akan lebih berat dan licin. Setelah hujan reda kami memutuskan untuk mendirikan tenda di kami mendirikan flysheet  dan akan summit langsung keesokan harinya dari tempat ini.

Camping Sebelum Camp 5

Camping Sebelum Camp 5

Sabtu, 25 Mei 2015

Pagi hari kami persiapan untuk summit ke Puncak Sejati, kami hanya membawa perlengkapan yang dibutuhkan dan logistik. Pertimbangannya agar kami bisa berjalan lebih cepat dan tidak terganggu dengan beban yang sangat berat. Tepat jam 19 pagi kami mulai treking, menuju camp 6 sekitar 20 menit, camp 7 sekitar 1 jam, camp 8 sekitar 40 menit dan ke camp 9 sekitar 40 menit, dari camp 9 kami menuju puncak Raung lama perjalanan sekitar 15 menit. Trek yang kami lalui tetap hutan lebat, menyusuri punggungan bukit, sangat menanjak, melipir bukit dan savana ilalang.

Camp 6

Camp 6

Camp 7

Camp 7

Camp 8

Camp 8

Camp 9

Camp 9

Tepat pukul 12 kami sampai di Puncak Raung yang ditandai dengan tiang besi dikelilingi batu. Kami istirahat sebentar dan mempersiapkan webing dan beberapa logistik. Sisanya kami tinggal di Puncak Raung. Setelah 20 menit persiapan dan istirahat, kami memulai pendakian kami FREE STYLE CLIMBING.

Puncak Raung

Puncak Raung

Persiapan

Persiapan

Ke arah puncak 17, kami menyusuri punggungan tebing, dan sampai di bawah puncak 17, karena perlengkapan kami tidak memadai akhirnya kami memutuskan hanya melipir pinggir puncak 17, sebelah kanan jurang dan trek batu-batuan yang mudah longsor.

Rute Puncak Sejati

Rute Puncak Sejati

Saya melihat ada beberapa anchor yang dipasang untuk menambatkan tali. Setelah melimpir puncak 17, kami pun masih menyusuri punggungan tebing dan sampailah kami pada tantangan 1.

Menuju Sejati Raung

Menuju Sejati Raung

Tantangan 1. Melipir tebing sempit yang ada 1 pohon edelweis, sebelah kanan jurang sedalam 50 meter. Setelah melimpir kami harus climbing. Awalnya saya ingin memasang webbing dan saya ikatkan di anchor sebelum melimpir. Karena saya melihat bisa dilalui tanpad tali, akhirnya kami melimpir kemudian memanjat sekitar 3 meter (Rock Climbing) mungkin bisa dilalui tanpa tali, akhirnya kami memanjat tanpa tali. Resiko sangat besar karena jika salah taruhannya adalah nyawa. ( Jangan ditiru, sebaiknya teman-teman menggunakan webbing atau alat panjat yang lengkap).

Melipir Jurang

Melipir Jurang

Setelah tantangan pertama, kami sampai di punggungan tebing kami menyusuri punggungan tebing hingga kami menemukan tantangan kedua. Tantangan kedua adalah menuruni tebing setinggi 6 meter. Terdapat anchor untuk menambatkan webbing, tanpa basa-basi saya langsung mengikat webbing dan menyambung dengan webbing yang lain. Saya melihat tantangan ini sebelah kiri jurang yang dalam dan dasarnya yang tidak kelihatan karena kabut dan sebelah kanan juga dalam walaupun masih kelihatan jalurnya. Saya pertama menuruni turunan ini dan ditengah jalan webbing saya lepas, bagi saya turunan terjal ini masih bisa saya lalui tanpa webbing dan memang lebih enak tanpat webbing. Tetapi untuk kawan-kawan jangan ditiru, sebaiknya menggunakan perlengkapan yang lebih lengkap, jika kawan-kawan tidak mempunyai keberanian lebih sebaiknya lengkapi alat panjat kalian jika ingin mendaki Sejati Raung.

Tantangan 2

Tantangan 2

Setelah tantangan kedua ini, kami menyusuri punggungan tebing lagi dan melipir tebing, menurun dan dari situ kami dapat melihat puncak Tusuk Gigi. Bentuknya mirip seperti tusuk gigi. Untuk trek ini kami menanjak hingga batas bebatuan besar puncak Tusuk Gigi, untuk menuju puncak Sejati Raung, kami harus memanjat bebatuan besar ini.

Climbing Puncak Tusuk Gigi

Climbing Puncak Tusuk Gigi

Puncak Tusuk Gigi

Puncak Tusuk Gigi

Tepat kami di bawah puncak Tusuk Gigi, hujan deras turun, mau tidak mau kami mencari batu besar untuk berteduh, nyempil dibatu dengan ditemani rokok dan rasa dingin, 2 jam lamanya kami menunggu hujan dan setelah hujan agak reda saya sudah tidak sabar untuk melanjutkan pendakian. Saya melihat Ari dan Ayu masih nyempil di batu dan saya putuskan untuk melanjutkan pendakian ke Raung Sejati dalam keadaan gerimis.

Foto dari Sejati

Foto dari Sejati

Tantangan ketiga. Rock climbing menyusuri puncak Tusuk Gigi, harus pintar-pintar mencari celah yang enak buat dipanjati, ada 2 titik yang harus dipanjati dan membutuhkan kehati-hatian yang ekstra. Karena jika jatuh, taruhannya adalah nyawa, minimal gegar otak atau patah tulang.

Setelah memanjati kedua titik saya sampai di tantangan keempat, tantangan keempat ini tidak terlalu menakutkan, kita cukup free style climbing. Setelah climbing, saya menyusuri ke sisi kanan punggungan tebing dan akhirnya sampailah saya di puncak Raung Sejati yang ditandai dengan tulisan PATAGA dan beberapa anchor yang tertanam dikelilingi bebatuan. Pemandangan indah dari puncak sejati ini seperti kawah dan negeri di atas awan, sunggu indah dan puas, bangga dan juga bodoh sebenarnya. hahaha.

Puncak Sejati

Puncak Sejati

Puncak Sejati Raung 3344 Mdpl

Puncak Sejati Raung 3344 Mdpl

Ase & Ari

Ase & Ari

Karena Ari dan Ayu belum sampai, dan saya tidak tahu apakah mereka lanjut atau tidak maka saya kembali ke puncak Tusuk Gigi, saya mendengar Ari memanggil-manggil ternyata mereka melanjutkan pendakian. Saya jemput dan saya menunjukkan jalur panjat menuju puncak Raung Sejati dan akhirnya kami bersama-sama sampai di Puncak Raung Sejati 3344 Mdpl. Yeeeaaaahhhhhh sejati Raung, saya datang berkunjung ketempatmu.!!!!!

Ase & Ayu

Ase & Ayu

Kawah Raung

Kawah Raung

Kami foto-foto dan istirahat, karena waktu sudah menunjukkan pukul 4 kami pun harus segera kembali ke puncak Raung. Perjalanan turun yang bisa dibilang susah juga, karena kami melalui jalur yang sama dengan yang kami lewati. Tidak terasa kami terpisah jauh, saya sudah menunggu di bawah sungai jalan menuju puncak Tusuk Gigi setelah menuruni turunan batu yang menyiksa kaki. Ari dan Ayu ternyata salah jalur dan akhirnya harus free style climbing menuruni turunan curam.

Saat itu hari sudah mulai gelap dan Ari dan Ayu tidak membawa senter.

Saat gelap kami sudah berhasil melalui tantangan yang kedua, yang menjadi masalah adalah saat melalui tantangan pertama karena senja yang semakin gelap mengaburkan pandangan kami. Kami bersyukur ternyata kemegahan bulan purnama menerangi kami, jalur jadi terlihat walaupun tidak terlalu jelas. Kami menuruni tantangan pertama tanpa webbing dengan perasaan tegang, takut jatuh ke jurang sedalam 50 Meter, dengan keyakinan dan keberanian tolol kami akhirnya kami bisa melewati tantangan itu dan sampai kembali di puncak Raung.

Kembali ke Puncak Raung

Kembali ke Puncak Raung

Ari & Ayu & Bulan Purnama

Ari & Ayu & Bulan Purnama

Dipuncak Raung, kami sempatkan untuk minum kopi bersama dan packing perlengkapan yang kami tinggalkan disini. Tepat jam 7 malam, kami kembali ke tempat tenda di dekat Camp 5. Selama 2,5 jam perjalanan turun tidak terasa Camp 9 (Pos 4), camp 8, camp 7 dan camp 6 (Pos 3) kemudian camp 5 dilalui dengan cepat, saat turun kami cukup cepat karena sudah terlalu lapar dan ingin segera tidur. Sampai di tenda kami memasak, makan dan tidur istirahat untuk perjalanan turun besok pagi.

Senja dari Puncak 17

Senja dari Puncak 17

Minggu, 26 Mei 2013

Dipagi hari, kami bangung agak siang, sekitar jam 8, kami bangun, masak dan ngopi. Dilanjutkan packing perlengkapan untuk turun gunung langsung menuju rumah pak Soeta.

Kami memulai perjalanan 9.30 dari tempat kami mendirikan tenda, kami berjalan cukup cepat tepat jam 1 kami sudah sampai di Camp 1 dan masih harus berjalan lagi sejauh 5,6 km selama 1,5 jam untuk sampai ke tempat pak Soeta.

Sampai dirumah pak Soeta kami disambut dengan hangat, tentu saja menanyakan apakah kami berhasil sampai puncak atau tidak. Karena hari sudah sore dan kondisi badan kami yang cukup lelah ditambah perasaan kesal karena pacet menempel dimana-mana kamipun bermalam lagi 1 malam di rumah pak Soeta.

Keesokan hari kamipun berangkat ke Stasiun Kalibaru menumpang kereta Sri Tanjung tujuan Lempuyangan. Saya dan Torikin turun di Solo Jebres sedangkan Ayu dan Ari turun di Jogya untuk kembali ke Magelang.

Kamipun berpisah dan melanjutkan petualangan kami ke tujuan masing-masing, saya sendiri bermalam 1 malam di Solo kemudian berangkat menuju Semarang untuk tinggal selama 4 hari. Sampai tulisan ini saya buat, saya sudah sampai di tempat asal saya, yaitu Depok.

Torikin-Ayu-Ari = Petualangan yang hebat bersama kalian kawan–See u on Our Next Ekspedition

Terimakasih dan sekian tulisan dari newbie ini, jika ada kesalahan informasi tentang pendakian Gunung Semeru, Argopuro dan Raung mohon koreksinya.

SALAM NANJAK DAN HIDUP NEWBIE!!!

About ase7adventure

Pendaki yang gila akan petualangan Gunung, Pantai dan Tebing

Posted on 29 May 2013, in ASE EXPERIENCE. Bookmark the permalink. 30 Comments.

  1. wew sesepuh gunung mantab….

  2. Newbie?? Dustaaa! :P Gila bgt dah, abis dari Gede langsung ke Semeru lanjut Argopuro tancap ke Raung Sejati. Mana yg terakhir treknya mantep bgt lagi, liat di fotonya aja dah serem, hehe. Not for a beginner for sure. :P Anyway, foto tim Ancol-nya ga valid tuh, tidak cukup mewakili.. heuu.

    Well, kalo ada trip pendakian ala gembel ke Rinjani mau doonk?? :D

    • hehehe,,masih butuh banyak ilmu dan masukan dari temen-temen, makanya saya sebut diri saya newbie,,iyaps, bagi mbak foto tim ancol, hehe,,

      btw,, ke rinjani ane g pernh ngadain share cost mbak, adnya paketan mulu,

      di BPI banyak kok yang ngadain ala gembel ke Rinjani, hehe

  3. ,wah aku yg cuma baca ikt merasakan petualanganya..
    ,aku juga suka ndaki, tp baru pemula

  4. klo ada expedisi lagi kasih kabar yah? saya tertarik_

  5. Verra ayu k.f

    Seru yak pasti nya, pengen ikut nih pendakian panjang kayak ini! Tapi belum berpengalaman nih :(. Kapan lagi ada expedisi beberapa gunung kayak ini? Aku mau ikutan nih. (Pin 24c43f7d)

  6. Lah, klo situ newbie, gw apa donk? :Pfoto tim Ancol ada nih, hehe. mo dikirim kemana? :P

    Btw, serius tuh, Jatim-Bali-NTB? pengeenn.. Rinjani termasuk ga? hahah. *teteeepp

  7. wew, pengen dong join expedisi raung argopuro…
    kapan lagi masseee?? tempat lain juga boleh….

  8. wihhh,,kk kereeennn,,super mahadasyat dengkul nyaahhhh

  9. gunung raung memang istimewa

  10. Mangstabs gaan.. Hahaaa.
    Btw sukses bro buat persiapan ‘kimpoi’nya, hahaa.. moga lancar.
    Oh ya doain gw bro, bsk klo ga ada halangan mau ksana, 4-11 Nov 2013 ini.. Doakan selamat pergi dan pulangnya, aamiin.

    Salam galau buat Irwadi cs juga, hahaa ajak2 lah klo nnjak bareng doi. ^^

    *toss

  11. gan kalo untuk pendaki biasa yang ga ada pnglaman climbing2an kira2 aman ga tuh raung? hehe.

  12. bang ane mau tanya kalo bwt pendaki biasa yg ga punya dasar2 climbing aman ga ya ke raung?

  13. puncak sejati emang mantap, jadi pengen kesana hahah

  14. mas broh hebat,,,,,, passs,,, mantab,,,,

    salam argopuro 28-31 maret 2014

  15. ehmmm cari artikel tentang argopuro nemu blog ini, salutt bang :)

  16. Kren masbro , jadi tertarik mau mendaki argopura dan raung hhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

KLUB BURUNG

TIPS BERHOBI, PENANGKARAN, INFO LOMBA DAN DOWNLOAD SUARA BURUNG

Traveling Never Dies

Selalu ada kisah di setiap perjalanan. So, keep travel, take pictures, and share it.

simplyindonesia

Serpihan Kecil Indonesia

Paket Wisata Malang | Wisata Malang | Paket Wisata Bromo | Wisata Bromo | Paket Wisata Pulau Sempu | Wisata Pulau Sempu | Paket Wisata Kawah Ijen | Wisata Kawah Ijen

Paket Wisata Malang | Wisata Malang | Paket Wisata Bromo | Wisata Bromo | Paket Wisata Pulau Sempu | Wisata Pulau Sempu | Paket Wisata Kawah Ijen | Wisata Kawah Ijen

Di Atas Langit di Bawah Tanah

Petualangan Tanpa Batas | Jejak suara hidup

Rona Khatulistiwa

menyeru. maka aku ada

Adventure and Backpacker

Tips Adventure and Backpacker

@Aguswibisono

Catatan Perjalanan, dolan, kuliner indonesia

ZON@ PETUAL@NG

It's all about adventure and skills

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 596 other followers

%d bloggers like this: