Mengapa Mendaki Gunung?

Bendera Puncak Ogal-Agil

Bendera Puncak Ogal-Agil

Kenapa mendaki gunung? Yahh, pertanyaan ini mungkin sering muncul dari teman-teman para pendaki, mungkin juga muncul dari orang tua sendiri atau mungkin juga muncul dari diri sendiri.

Kenapa mendaki gunung? Padahal gunung itu tempat yang tidak lazim ditempati oleh manusia, padahal gunung itu tempat kerajaan jin, padahal gunung itu tempat yang berbahaya apalagi kalau ada badai, apalagi saat suhu sangat dingin.

Kenapa mendaki gunung? Padahal bisa kedinginan, bisa lapar, capek apalagi kalau bawa beban berat, bisa kena cedera,  bisa tersesat, bahkan bisa meninggal karena kecelakaan di gunung.

Kenapa mendaki gunung? Padahal lebih enak jalan-jalan di kota, semua kebutuhan tersedia dan lengkap, tinggal telpon kfc datang, tinggal jalan dikit ada warung, kangen ama pacar tinggal telepon, tidur di kasur yang nyaman dan terhindar dari bahaya.

Jadi, kira-kira apa sih sebenrnya yang membuat pendaki untuk mendaki gunung?

Banyak jawaban yang dikemukakan oleh para pendaki legendaris, salah satunya George F. Mallory,

BECAUSE IT’S THERE!!

Karena gunung itu ada, kalau tidak ada gunung tidak mungkin kita mendaki gunung.

Seperti saya sendiri mengemukakan, Mengapa ASE mendaki gunung?

KARENA AKU MENCINTAI HIDUP INI. KARENA AKU MENGHARGAI HIDUP INI.

“Aku Cinta Padamu Pangrango, Karena Aku Cinta Keberanian Hidup”

Apapun jawaban dari pertanyaan itu semua terlepas dari alasan-alasan yang tidak dapat diterima oleh nalar orang awam.

Motivasi melakukan kegiatan alam bebas termasuk mendaki gunung memang berbagai macam. Manusia mempunyai sifat akan kebutuhan-kebutuhan psikologis yang berdampak pada jiwa seseorang. Kebutuhan akan prestasi, kebutuhan terhadap pengalaman baru, kebutuhan ingin diakui, kebutuhan ingin membuktikan siapa diri kita sebenrnya, kebutuhan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan kita dan kebutuhan untuk mengetahui sejauh mana diri menghadapi cobaan dan tantangan. Naik gunung dapat memberikan jawaban dari semua kebutuhan-kebutuhan tersebut. Dipercaya atau tidak, penulis sendiri sudah merasakan.

Kenapa mendaki gunung? Mungkin orang yang belum merasakan makna dari pendakian gunung akan memaknainya secara negatif seperti cari mati, mendekati bahaya, masuk ke zona tidak nyaman dan merugikan, mengapa? Selain mendekati bahaya, naik gunung juga membuang waktu dan menghabiskan biaya karena harga perlengkapan pendakian juga tidak murah.

Jika anda bertanya, apa untungnya naik gunung?

Saya akan menjawab : “Sangat menguntungkan karena saya bisa merasakan buah hasil dari perjuangan selama mendaki gunung.  Anda tidak akan pernah melihat apa yang saya lihat jika anda tidak berada ditempat saya berdiri di puncak gunung”

Orang awam menyatakan : kan gampang!! Saya lihat foto-foto di puncak gunung dan lagian bisa lihat dari atas pesawat atau helikopter

Saya akan menjawab :Apakah kamu puas hanya dengan meliaht foto-foto atau dari atas pesawat?

Batuan Vulkanis, Puncak Gunung Slamet

Batuan Vulkanis, Puncak Gunung Slamet

Kamu akan merasakan hal yang berbeda apabila kamu mendaki gunung, perjuangan mendaki gunung tidak hanya saat pendakian. Persiapan pendakian, perjuangan selama perjalanan, dan menyisihkan waktu, melewati hutan belantara, lereng gunung, dan padang savana. Perjuangan itu semua akan terbayar saat kamu sampai di tempat terindah di puncak gunung. Hanya satu kata, PUASSS, BANGGAAA, yahhh sangat puas.

Saat di puncak, pandanglah sejauh-jauhnya kamu akan  melihat lautan awan, kamu akan melihat keindahan yang belum pernah kamu lihat. Itulah mengapa pendaki sejati tidak pernah rugi untuk melakukan pendakian.

Lautan Awan Gunung SIndoro

Lautan Awan & Terpaan Sinar Gunung SIndoro

Wahai teman, bagi kalian yang belum pernah merasakan bagaimana nikmatnya naik gunung, capeknya naik gunung, susahnya naik gunung, buanglah jauh-jauh paradigma bahwa naik gunung adalah hal yang menakutkan. Raihlah puncak gunung setinggi-tingginya. Dimulai dari keinginan diri sendiri dan nantinya rasa suka akan kegiatan ini akan tercipta dengan sendirinya. Jelajahilah dunia alam Indonesia kita yang maha kaya.

Rasa puas, rasa bangga, rasa syukur dan rasa berani akan kamu rasakan apabila kamu berhasil meraih puncak. Rasa itu adalah penawar atas perasaan lelah yang menghinggapi kamu sepanjang perjalanan mendaki gunung.

Jadi pada dasarnya, pendaki gunung adalah seseorang yang pemberani dengan penuh keyakinan melawan rasa capek, cuaca dingin, menerjang hujan, menembus kabut, menaklukkan tanjakan dan menghadapi badai. Semua hal tersebut ada gunanya yaitu untuk menikmati dan mensyukuri nikmat keindahan alam yang diberikan untuk negeri kita tercinta ini. Dengan perasaan itu semua kita akan lebih rendah diri dan bisa merasa sangat di hadapan Allah SWT. Kita akan merasa bahwa kita tidak ada apa-apanya di hadapannya. Kita akan membuang rasa sombong kita yang berjalan dengan tegap di muka bumi ini.

HIDUP ADALAH SOAL KEBERANIAN MENGHADAPI YANG TANDA TANYA
TANPA KITA MENAWAR, ”TERIMA DAN HADAPILAH”.
Soe Hok Gie

About ase7adventure

Pendaki yang gila akan petualangan Gunung, Pantai dan Tebing

Posted on 13 December 2012, in SHARING. Bookmark the permalink. 8 Comments.

  1. Pengennya langsung sampai puncak gunungnya😀.

  2. Keren mas!
    Kenapa mendaki gunung?
    Ndak kena apa-apa mas..😀

  3. Merasa bangga, terlahir di negri yang indah ini🙂

  4. riki hadiansa

    kata orang: kalau udah di puncak, rasanya bahagia banget, bangga dan puas. kalau saya: setiap langkah menuju puncaklah yang membahagiakan. usaha, terpeleset, peluh bercucuran, gelak tawa selama trekking. that’s the best moment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

KLUB BURUNG

Tips Berhobi, Penangkaran, Info Lomba dan Download Suara Burung

Traveling Never Dies

Di mana kah titik henti kami selanjutnya?

simplyindonesia

Serpihan Kecil Indonesia

Paket Wisata Malang | Wisata Malang | Paket Wisata Bromo | Wisata Bromo | Paket Wisata Pulau Sempu | Wisata Pulau Sempu | Paket Wisata Kawah Ijen | Wisata Kawah Ijen

Paket Wisata Malang | Wisata Malang | Paket Wisata Bromo | Wisata Bromo | Paket Wisata Pulau Sempu | Wisata Pulau Sempu | Paket Wisata Kawah Ijen | Wisata Kawah Ijen

Di Atas Langit di Bawah Tanah

Petualangan Mengenal Batas | Jejak Hidup Suara

Rona Khatulistiwa

menyeru. maka aku ada

Adventure and Backpacker

Tips Adventure and Backpacker

# kemanapun @aguswibisono

Catatan Perjalanan, dolan, kuliner indonesia

ZON@ PETUAL@NG

It's all about adventure and skills

%d bloggers like this: